My First Flight Experience
Bagi seorang traveler, bepergian dengan berbagai macam sarana transportasi pastilah bukan merupakan hal yang aneh. Malah menurut saya, belum lengkap rasanya seseorang disebut traveler jika mereka belum pernah merasakan bepergian dengan bermacam sarana transportasi yang berbeda. Paling tidak, untuk masing-masing katagori transportasi darat, laut, dan udara, salah satu atau dua harusnya sudah pernah dicoba.Tapi dalam kasus saya--yang notabene mengaku petualang--bahkan hingga kini mau menginjak usia seperempat abad pun, pengalaman traveling saya ternyata belumlah lengkap. Saya belum pernah merasakan ketar-ketirnya naik pesawat! :hammer :nohope :norose :berduka :cd Bukan apa-apa. Sebetulnya saya takut ketinggian alias acrophobia. Saya suka tiba-tiba demam, lutut gemetaran, dan mendadak ngga bisa bergerak jika berada di tempat tinggi dan harus melihat tanah yang terhampar jauh di bawah. Tapi bayangan tentang rasanya terbang dengan pesawat tetap menggoda saya, dan itu sangat membuat saya penasaran! Meski begitu, sepenasaran apapun, apa boleh buat, kesempatan yang ngga kunjung datang dan kondisi kocek yang selama ini ngga memungkinkan memaksa saya untuk lagi-lagi menunda perjalanan lewat udara.Sampai seminggu yang lalu, 31 Desember 2010, saya didaulat datang di Yogyakarta oleh keluarga saya. Jadi ceritanya, keluarga saya berencana menghabiskan liburan akhir tahun di sana sambil menengok Adik Tertua yang memang sudah 3 tahun tinggal di Yogya untuk kuliah. Mereka sudah berangkat ke Yogya terlebih dahulu dan saya diminta menyusul ke sana. Dengan iming-iming naik pesawat dibayari oleh Sang Ayahanda, siapa juga yang culun menolak? :DAlhasil, moment pergantian tahun 2010 menuju 2011 kemarin menjadi salah satu moment yang luar biasa bagi saya. Saya terbang untuk pertama kalinya!! :D
Read More

